Sloof Adalah: Fungsi, Ukuran Besi dan Cara Membuat Sloof
26/10/2026
Di dalam proses konstruksi bangunan, ada banyak sekali komponen penting yang perlu diketahui dan diperhatikan. Sangat penting untuk mengenal setiap komponen konstruksi yang ada, supaya Anda bisa memastikan kualitas dari sebuah bangunan bisa terjaga dengan baik dan mempunyai ketahanan maksimal terhadap segala perubahan iklim dan cuaca maupun bencana alam.
Memiliki bangunan yang kokoh dan nyaman adalah sebuah mimpi setiap orang. Maka dari itu mulai proses pembuatan konstruksi gedung hingga selesai selalu dilakukan penuh dengan ketelitian. Salah satu komponen dalam sebuah konstruksi yang tak boleh terlewatkan adalah sloof.
bagian konstruksi dari beton bertulang yang dirancang khusus untuk menahan beban rumah, dan umumnya dipasang di atas pondasi dan tertanam di bawah tanah. Pembuatan sloof tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, namun membutuhkan perencanaan yang matang, teknik khusus, serta perhitungan yang tepat guna memastikan kebutuhan sloof sesuai dengan kebutuhan.
Pengertian Sloof
Sloof adalah struktur dari bangunan yang terletak di atas pondasi dan memiliki fungsi untuk meratakan beban pondasi. Fungsi lain yang tak kalah penting dari sloof adalah sebagai pengunci dinding sehingga jika terjadi pergeseran tanah, maka dinding tidak mudah roboh. Oleh karenanya, sloof bisa dibilang berfungsi untuk memikul beban dinding, sehingga dinding tersebut duduk pada struktur yang kuat agar tidak terjadi penurunan dan pergerakan yang bisa mengakibatkan dinding rumah menjadi retak atau pecah.
Dengan demikian, penggunaan sloof yang tepat akan memberikan kestabilan dan ketahanan yang optimal bagi sebuah bangunan.
Berdasarkan penempatannya, ada dimana letak sloof? Kebanyakan kasus di lapangan sloof terletak di atas tanah yang padat atau diletakkan di atas pondasi pasangan batu. Pada kondisi sloof bertumpu di atas pasangan batu, sloof tidak hanya memikul beban sendiri dan beban dinding di atasnya, namun juga memikul beban kolom. Hal ini dikarenakan sloof yang bertumpu di atas pasangan batu terikat dengan kolom-kolom yang memikul beban dari struktur atas. Beban-beban tersebut diteruskan ke pasangan batu yang terletak di bawah sloof.
Fungsi Sloof
Sloof memiliki peran yang sangat penting dalam struktur bangunan. Selain berfungsi sebagai penahan beban di atasnya, sloof juga berperan dalam menyalurkan beban ke setiap titik pondasi sehingga pondasi tidak langsung menerima beban dari atas.
Laman Expert Civil menjelaskan, fungsi sloof sangat penting dalam struktur bangunan, yakni bertindak sebagai balok pengikat yang berguna untuk menahan semua tegangan akibat eksentrisitas elemen vertikal (kolom) pada pondasi suatu bangunan
Berikut sejumlah fungsi dari sloof, diantaranya :
Sloof tidak menerima beban lantai dan bertindak sebagai elemen length-breaking untuk kolom, dalam kondisi di mana lantai berada pada tingkat yang lebih tinggi dari ketinggian umum.
Sloof membawa kompresi aksial dan mentransfer beban kasau (kayu/bambu) ke kolom
Sloof menghubungkan pondasi kolom atau tiang pancang dengan menahan tulangan longitudinal pada posisi semula ketika beton dicor
Sloof menjaga pijakan menyebar di posisinya masing-masing saat ada gempa bumi dan berfungsi sebagai grade beam yang mendistribusikan kembali beban vertikal melalui momen dan geser pada saat terjadi penurunan
Sloof berfungsi sebagai pijakan untuk menopang dinding dalam atau luar. berfungsi juga sebagai grade beam di atas pondasi tiang untuk menyambung tiang-tiang dan menopang bangunan di atasnya
Jenis-jenis Sloof
Besi
Jenis sloof yang pertama adalah besi. Untuk menggunakan sloof besi, diperlukan besi tulangan dan pokok dan cincin alias sengkangnya dengan komposisi yang tepat.
Kayu
Sloof kayu bisa digunakan pada bangunan rumah adat seperti rumah panggung. berfungsi sebagai elemen pengikat untuk mengurangi panjang kolom yang ditumpu dengan tanpa penyangga. Selain itu, fungsi terakhir dari sloof adalah penopang dinding atau bagian partisi lainnya, serta sebagai elemen pengikat untuk melindungi penurunan antara pondasi dan strata.
Batu Bata
Sedangkan batu bata sebagai material sloof diklaim kurang kokoh, meski batu batu memang bagus untuk struktur dinding. Alasannya, batu bata memiliki sifat lembap sehingga kurang mumpuni untuk menyangga beban di atas pondasi.
Beton Bertulang
Beton bertulang merupakan material sloof yang ideal digunakan pada bangunan rumah satu lantai yang mengusung pondasi batu kali. Jenis sloof beton bertulang acapkali digunakan sebagai balok pengikat pada pondasi tiang.
Cara Menghitung Sloof
Dalam pengerjaan sloof, satuan meter kubik sering digunakan, namun dalam perhitungannya, ada beberapa pekerjaan lain yang tak terpisahkan terkait dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Salah satu pekerjaan tersebut adalah menghitung kebutuhan besi sloof.
Metode Pengerjaan Sloof
1. Setelah pondasi batu kali selesai dan kolom cakar ayam telah dicor, selanjutnya buatlah anyaman sloof langsung diatas pondasi. Hal ini lantaran besi sloof harus masuk kepada tiang kolom sehingga membentuk ayaman. Besi yang biasa digunakan untuk sloof biasanya berukuran 8 mm ke atas. Semakin besar, semakin kuat.
2. Setelah anyaman sloof berhasil dibuat, buatlah papan bekisting untuk sloof. Cara pembuatannya adalah ambil dua buah papan bekisting dan satukan dengan kayu kaso. Jarak lebar antara papan bekisting adalah sebesar bata yang akan digunakan. Bahkan para tukang biasanya langsung mengambil bata saat pemakuan papan beskisting.
3. Jika papan bekisting telah dibuat, simpanlah papan bekisting diatas pondasi batu kali. Posisi besi sloof harus ditengah papan bekisting, sehingga coran bisa menutupi besi sloof. Pergunakan juga papan kaso untuk menyetel posisi papan bekisting sloof dan gunakan pula kertas bekas pembungkus semen untuk menutup celah sehingga coran sloof tidak keluar.
4. Setelah papan bekisting dipasang, selanjutnya adalah membuat coran. Takarannya adalah 1:2:3. Satu untuk semen, dua untuk split dan 3 untuk pasir. Pergunakan air secukupnya. Di lapangan takaran air biasanya cukup encer, dengan maksud beton yang encer akan bisa mengisi ruang-ruang sloof sehingga hasilnya akan lebih mulus.
5. Saat coran masuk kepada papan beksiting sloof pergunakan palu dari kayu untuk diketuk-ketuk. Pergunakan pula besi untuk ditusuk-tusuk gunanya agar coran memasuki setiap ruang dari sloof. Diamkan selama satu sampai 3 hari dan papan bekisting sloof bisa dibuka dan hasilnya bisa dilihat sendiri.
Sloof bertindak sebagai penghubung antara kolom dan balok, yang membantu mendistribusikan beban dan memperkuat struktur bangunan. Penggunaan sloof yang tepat dapat membantu mencapai tujuan konstruksi berkelanjutan dengan mengurangi jumlah bahan dan limbah yang dibutuhkan dalam pembangunan. Namun, perlu memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan saat memilih dan menggunakan sloof.
Dunia Material menyediakan berbagai kebutuhan untuk pondasi / Sloof , dengan memberikan kualitas bahan material yang terbaik, Percayakan pada kami Dunia Material untuk konstruksi anda.