Batu Belah Adalah: Ukuran, Fungsi dan Harga per Kubik

26/10/2026

Batu belah adalah material alam yang biasa digunakan sebagai bahan utama dalam konstruksi bangunan. Dan istilah batu belah didasarkan pada proses mendapatkan batu itu sendiri, yaitu dengan cara membelah. Jadi, secara umum batu belah adalah bebatuan keil yang didapatkan dengan cara memecah atau membelah batu besar menjadi bongkahan-bongkahan batu berukuran kecil. Batu belah atau yang biasa dikenal dengan batu split ini umumnya berwarna hitam keabu-abuan dan memiliki tekstur tajam. Tetapi ada juga batu belah yang memiliki warna keputihan bergantung darimana batu belah itu berasal, seperti batu kali belah. Ciri Batu belah memiliki bentuk spesifik, yaitu memiliki fisik yang padat, keras, dan sisi-sisinya tidak rata

Manfaat Batu Belah

Manfaat Batu Belah

Meski sering digunakan untuk bahan campuran beton cor, ternyata batu belah juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi lainnya. Seperti proses pengaspalan, pembuatan bahan beton pemecah ombak, bahan reklamasi pantai, bahan untuk membuat dermaga kecil, hingga bisa digunakan sebagai pengganti pasir.

Keunggulan Batu Belah

Batu belah mempunyai kualitas yang sangat mumpuni, sehingga cocok digunakan untuk pondasi menerus dan pondasi umpak.

Berkat ukurannya yang bervariasi, batu belah ini bisa mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban yang akan diberikan terhadap pondasi menjadi lebih optimal.

Jenis-jenis Batu Belah

Batu Belah Ukuran 0 – 5 mm

Batu belah yang dipecah atau dihancurkan dengan ukuran yang paling kecil ini sering disebut “abu batu”, dimana fungsinya bisa digunakan sebagai pengganti pasir. Ukuran tersebut memiliki partikel yang mirip dengan pasir lembut, sehingga membuatnya ideal digunakan untuk campuran dalam proses pengaspalan, bahan utama untuk membuat gorong-gorong, serta bahan pembuatan batako press.

Batu Belah Ukuran 5 – 10 mm Atau 3 / 8 cm

Material batu belah yang kedua ini banyak dimanfaatkan untuk campuran dalam proses pengaspalan jalan, mulai dari jalan yang ringan hingga jalan kelas 1. Pada umumnya, ukuran batu ini akan dicampur dengan aspal menjadi Aspal Mixed Plant atau Aspal Hot Mixed

Batu Belah Ukuran 10 – 20 mm

Jenis batu belah yang berikutnya ini kerap digunakan untuk bahan pengecoran dari konstruksi yang ringan hingga konstruksi berat.

- Bangunan bertingkat tinggi

- Landasan pacu pesawat terbang

- Jalan tol

- Bantalan kereta api

- Pelabuhan

- Dermaga

- Tiang pancang

- Jembatan

Tak hanya itu, material belah ukuran 10 – 20 mm juga sering digunakan untuk bahan pengecoran lantai dan pembetonan horizontal lainnya.

Batu Belah Ukuran 30 – 50 mm

Jenis batu belah berukuran 30 – 50 mm ini biasanya digunakan sebagai dasar badan jalan kontraktor menggunakan bahan material lain, penyangga bantalan kereta api, pemberat pipa di dasar laut, beton cor pemecah ombak dan lain sebagainya.

Batu Gajah

Sesuai dengan namanya, batu jenis ini memiliki ukuran yang besar dan paling besar diantara batu belah yang lain. Biasanya, batu gajah digunakan untuk menimbun lahan yang lokasinya dekat pinggir pantai. Tetapi, batu belah ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan cor beton yang berada di dekat pantai yang berfungsi untuk menahan ombak. Contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dari batu belah adalah sebagai bahan proyek reklamasi, membangun dermaga, dan lain sebagainya.

Batu Belah Agregat A

Batu belah agregat A merupakan jenis sirtu (pasir batu), yang merupakan campuran antara beragam ukuran batu belah. Ya, diantaranya adalah abu batu, pasir, batu belah ukuran 10 – 20 mm, batu belah ukuran 20 – 30 mm, dan batu belah ukuran 30 – 50 mm. Kendati demikian, tidak ada kepastian mengenai komposisi yang digunakan pada masing-masing bahannya. Dengan kata lain, komposisi campuran tersebut akan disesuaikan dengan jenis penggunaannya. Umumnya batu belah agregat A akan digunakan untuk bahan pengecoran dinding, pembuatan dinding, dan campuran bahan beton cor

Batu Belah Agregat B

Tak berbeda jauh dengan agregat A, dimana batu belah agregat B ini juga masih termasuk jenis sirtu. Komposisi materialnya terdiri dari beberapa ukuran batu split, tanah, abu batu, pasir, batu belah ukuran 10 – 20 mm, batu belah ukuran 20 – 30 mm, dan batu belah ukuran 30 – 50 mm. Batu belah agregat B pada umumnya digunakan untuk bahan timbunan awal pengerasan jalan yang bertujuan untuk meratakan, serta mengikat lapisan batu belah yang diaplikasikan pada lapisan di atasnya

Batu Belah Agregat C

Menurut informasi yang didapat, batu belah agregat C ini sering juga disebut dengan istilah “asalan”. Adapun mengenai material yang digunakannya seperti berbagai ukuran batu split, tanah, abu batu, pasir dan batu belah ukuran apa saja dengan komposisi yang tidak beraturan. Itu sebabnya, mengapa batu belah agregat C dinamai dengan “batu asalan”. Batu agregat C itu sendiri biasanya digunakan untuk bahan timbunan pada pengerukan lahan, reklamasi dan lain sebagainya.

Persyaratan Batu Belah yang Ideal Untuk Pondasi Bangunan

Dikarenakan batu belah pada umumnya digunakan sebagai konstruksi pondasi, tentu saja terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhinya seperti dibawah ini :

Batu belah harus memiliki permukaan yang kasar. Mengapa demikian? Pasalnya, permukaan batu yang kasar tersebut akan menghasilkan ikatan yang sangat kokoh.

Batu belah harus bersih dari kotoran, sehingga saat pembuatan pondasinya akan dibersihkan terlebih dulu dengan air.

Tidak disarankan untuk menggunakan batu belah yang berpori untuk bahan konstruksi pondasi.

Batu belah harus berukuran kurang lebih 25 cm.

Untuk itu kami Dunia Material menyediakan Batu Belah dan Batu Split yang pastinya berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konstruksi anda. Konsultasikan kebutuhan konstruksi anda pada kami

whatsapp